Selasa, 03 Juni 2008

LAGI...KENAIKAN HARGA BBM SENGSARAKAN RAKYAT!!!

Negara tengah rusuh, Rakyat rusuh, pemerintahan juga rusuh!! tapi yang benar-benar rusuh dan susah adalah rakyat!!sebentar lagi Indonesia tercinta akan menjadi kuburan massal bagi rakyatnya sendiri.

isu kenaikan harga BBM kembali menggemparkan Indonesia. Rakyat yang miskin siap-siap akan semakin miskin. biasanya makan 1-2 kali sehari, harus siap-siap makan 1 kali sehari bahkan tidak makan sama sekali. kenaikan harga BBm sebanyak 30 % yang akan segera dilakukan pemerintah sepertinya tidak dapat dibendung dan ditahan lagi.

Janji-janji pemerintah sudah tidak mempan dan tidak lagi bisa menenangkan hati rakyat. BLT yang dijanjikan dan diserahkan harus dipotong lagi untuk biaya administrasi dan biaya sukarela. bayangkan saja! bantuan BLT sebesar Rp.300.000,- harus direlakan Rp. 100.000,- untuk dana sukarela yang katanya akan di berikan bagi keluarga miskin lain yang tidak mendapatkan bantuan BLT. tapi apakah benar demikian? pada kenyataannya tidak sedikit BLT yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin masuk ke kantong pihak-pihak yang bermain dalam kebusukan birokrasi. lagi-lagi rakyat miskin hanya mampu mengurut dada dengan keadaan ini.

janji pemerintah untuk memberikan subsidi BBM hanyalah akal-akalan saja. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil Minyak Bumi terbesar di Dunia, tetapi rakyatnya harus merana karena harga minyak dunia yang melambung. ini ibarat anak ayam yang mati dalam lumbung beras. kebutuhan BBM Indonesia perhari adalah 1,2 juta bph sedangkan produksi sebanyak 1 juta bph, jadi kita hanya kekurangan 0,2 juta bph BBM saja. bayangkan saja berapa besar keuntngan yang diraup oleh pemerintah. jika harga minyak internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp. 4.500/liter (US$ 77/barrel) untung US$ 49,4 juta perhari atau Rp. 165,8 Trilyun dalam 1 tahun.

lalu kemanakah perginya uang itu? kenapa rakyat miskin semaik bertambah?angka kematian bayi meroket, busung lapar akibat kurang gizi sudah tidak aneh lagi terdengar. jika dikatakan bahwa Indonesia sebagai negara boros BBM. itu semua salah besar. menurut data yang didapat dari World Bank, Indonesia berada di urutan ke 116 di bawah negara Afrika seperti Botswana dan Namibia. logikanya, jika kita sudah mengurangi konsumsi BBM, mengapa masih saja keadaan ini harus terulang lagi?

pemerintah seolah mau lepas tangan. dengan kedok menyelamatkan rakyat sebagai pahlawan, sesungguhnya malah semakin menyengsarakan rakyat. kurangi saja biaya perjalanan luar negeri para pejabat, atau kalau perlu potong gaji pejabat sekitar 5-10%. niscaya akan sedikit membantu rakyat.

kenaikanharga BBM akan diikuti dengan kenaikan harga bahan-bahan pokok lainnya. saat ini, harga beras dan ayam ras naik gila-gilaan. padahal makanan pokok kita adalah beras, dan negara kita merupakan salah satu pengekspor beras. tidak hanya beras, Indonesia mengekspor 70 % hasil batubaranya ke luar negeri, Indonesia juga mengekspor 500 ribu barrel minyak perhari, bahkan Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunia. tapi kenyataan yang diterima masyarakat adalah :

Listruk sering padam, Rakyat harus antri gas, minyak tanah dan bensin menjadi langka, harga bahan pokok naik drastis, angka kemiskinan kian bertambah, pengangguran semakin menjadi-jadi, busung lapar, cacat otak serta beberapa wabah penyakit membahayakan lainnya, angka putus sekolah yang terus bertambah tidak ketinggalan musibah bencana alam dan kecelakaan, serta tak mau ketinggalan berpartisipasi demo dan bentrok mahasiswa dengan polisi maupun sesama mahasiswa menjadi pemandangan yang kita lihat sehari-hari.

sampai detik ini para elit politik masih "duduk bersama" untuk membicarakan dan mencari solusi demi kepentingan rakyat. tapi apa benar? atau mereka hanya sekedar duduk-duduk tanpa menghasilkan apa-apa? setiap hari rakyat menjerit, hati nuranimereka berontak, janji-janji disumpalkan agar mereka tenang, bantuan-bantuan yang tidak mengguntungkan serta kepentingan rakyat yang dijadikan kambing hitam atas kebusukan permaianan kalangan atas.

sangat sulit memang menunjuk siapa yang benar dan siapa yang salah. birokrasi bangsa yang selalu diwarnai tindak KKN, suap menyuap, mengahmbur-hamburkan uang untuk segelas kopi atau teh seharga Rp.50.000,- hingga Rp. 100.000,-. bahkan yang tak kalah memalukan skandal sex para anggota dewan satu persatu terungkap. inilah bentuk wajah Indonesia. dimana kekayaan alam tak juga mampu menopang kehidupan rakyatnya yang semakin hari semakin dihimpit kesulitan hidup.

jurang besar antara si kaya dan si miskin semakin lebar, mutu dan kualitas SDM bangsa yang tidak bisa di harapkan, serta tindakan-tindakan anaris yang mengatas namakan suatu instansi malah memicu terjadinya perpecahan.

rakayat sudah kelelahan menanti janji-janji pejabat negara bisa terwujud. beberpa solusi yang mungkin bisa dipertimbngan dan secepatnya di publikasikan agar bermanfaat bagi kita semua :
  • kenakan PPN 20% untuk pertamax, sehingga pajaknya masuk dalam kas negara.
  • kendaraan pribadi harus dan wajib menggunakan pertamax., dan premium hanya dibolehkan untuk angkutn umum.
  • kurangi gaji para pejabat dan realisasikan untuk rakyat miskin.
  • kurangi biaya berjalan dan belanja, para pejabat kelar negeri.

sudah saatnya hati nurani dipakai. rakyat Indonesia tidak butuh janji tapi butuh bukti... pemerintah harus lebih memperhatikan rakyatnya. jangan lagi ditambah angka kemiskinan, jangan lagi biarkan rakyat menderita demi kepentingan beberapa kelompok. jangan lagi kenaikan BBM sengsarakan Rakyat.

Tidak ada komentar: