

Dalam pengelolaan dan pengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu perencanaan strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang paling mendukung dan melengkapi menuju kearah pencapaian tujuan secara menyeluruh. Sebagai persiapan perencanaan, agar dapat memilih dan menetapkan strategi dan sasaran sehingga tersusun program-program dan proyek-proyek yang efektif dan efisien maka diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pegiat organisasi. Salah satu analisis yang cukup popular dikalangan pelaku organisasi dan sering digunakan adalah Analisis SWOT.
Salah satu hal yang sangat penting untuk dibuat perencanaan strategis adalah perencanaan sebuah kota. Melalui perencanaan, sebuah kota akan menjadi tertata, sehingga kita dapat mengoptimalkan kekuatan atau kelebihan, meminimalisir kelemahan, mengembangkan kesempatan sehingga dapat mengantisipasi segala bentuk ancaman yang akan merusak tatanan dan keseimbangan kota.
Sebelum membahas mengenai perkembangan kota Pekanbaru yang dilihat melalui analisis SWOT, terlebih dahulu akan dijabarkan mengenai defenisi dan jenis analisis SWOT.

Analisis SWOT
Istilah SWOT merupakan kepanjangan dari Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (kesempatan), Threats (ancaman). Maksud dari analisis SWOT ini ialah untuk meneliti dan menentukan sebuah kekuatan yang ada dari suatu “lembaga” agar dapat dioptimalkan, kelemahan yang ada untuk diminimalisir dan segera dibenahi, selain itu kesempatan-kesempatan yang ada dicarikan jalan agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga semua permasalahan dapat diantisipasi.
Untuk dapat menjalankan SWOT terlebih dahulu perencana harus menginventarisir latar belakang dengan membaca dan mempelajari latar belakang situasi dan kondisi yang saat ini sedang terjadi, barulah kemudian dibuat peta perencanaan dengan mengelompokkan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan apa saja kira-kira ancaman yang akan timbul. Setelah dibuat perencanaan tahap selanjutnya adalah membuat skala prioritas tiap komponen dan menentukan tindakan kongrit tiap-tiap komponen. Adapun komponen-komponen dalam analisis SWOT yang harus diperhatikan adalah :
• Internal organisasi.
• Object atau sasaran
• Lingkungan lokal.
• Lingkungan regional.
Secara sederhana, analisis SWOT bias dikelompokkan dalam dua kategori, yakni :
1. Internal Lembaga, menyangkut Strength dan Weakness.
Pertimbangan analisa :
Sarana dan Prasarana.
Kumpulan pendapat.
Komparasi dengan lembaga lain.
Hasil pengamatan sendiri.
Objek analisa :
Kemampuan memimpin.
Jumlah dan kualitas anggota.
Keraian organisasi (struktur, AD/ART, kebijakan-kebijakan).
Aturan kedisiplinan.
2. Eksternal Lembaga, menyangkut Opportunities dan Threats.
Pertimbangan analisa :
Pengamatan kita sendiri.
Kumpulan pendapat.
Komparasi dengan lembaga lain.
Pendapat para ahli.
Objek analisa :
Personal atau lembaga yang tengah berkuasa.
Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.
Kejadian-kejadian atau perisriwa penting yang pernah terjadi.
Adapun langkah-langkah kongrit dari analisis SWOT adalah :
1. Identifikasi semua hal yang berkaitan dengan SWOT.
2. Tentukan faktor penghambat dan faktor pendukung.
3. Tentukan alternatif-alternatif kegiatan.
4. Rumuskan tujuan dari masing-masing kegiatan.
5. Ambil keputusan yang paling prioritas.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru memiliki luas wilayah 632,26 km2 yang terletak antara 101o14’ – 101o34’ Bujur Timur dan 0o25’ – 0o45’ Lintang Utara. Keadaan wilayah kota Pekanbaru di dominasi oleh dataran dengan struktur tanah yang berjenis aluvial berpasir dan pada daerah pinggiran memiliki jenis tanah organosol dan humus yang merupakan rawa-rawa yang bersifat asam yang sangat kerosif untuk besi.
Kota Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau. Provinsi Riau sendiri terdiri dari 11 (sebelas) kabupaten, yakni :
Kabupaten Kampar.
Kabupaten Kuansing.
Kabupaten Pelalawan.
Kabupaten Bengkalis.
Kabupaten Rokan Hilir.
Kabupaten Rokan Hulu.
Kabupaten Indragiri Hilir.
Kabupaten Indragiri Hulu.
Kabupaten Siak.
Kabupaten Dumai.
Kota Pekanbaru dibelah oleh sungai Siak yang mengalir dari Barat ke Timur dengan 10 (sepuluh) anak sungai antara lain:
a) Sungai Umban Sari.
b) Sungai Air Hitam.
c) Sungai Sibam.
d) Sungai Pengambang.
e) Sungai Ukai.
f) Sungai Senapelan.
g) Sungai Tampan.
h) Sungai Sekutul.
i) Sungai Sago.
j) Sungai Limau.
Perkembangan kota Pekanbaru melalui analisis SWOT
1. Kekuatan (Strength)
Adapun kekuatan yang di miliki oleh kota Pekanbaru adalah :
a) Adanya komitmen dan keinginan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam penanggulangan kemiskinan dengan menyususn perencanaan dan kebijakan serta merumuskan beberapa program seperti K2i, selain tetap membantu menyukseskan program dari pemerintah pusat seperti MDGs, BTB (Bnatuan Tunai Bersyarat) yang meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), dan lain sebagainya.
b) Jumlah populasi yang lebih besar dan cendrung bertambah selain mendatangkan dampak negative juga mendatangkan dampak positif yakni membuka peluang untuk mengembangkan perekonomian melalui sector informal, peningkatan SDM, dan penanaman modal dari investor. Selain itu, bertambahnya populasi berasal dari beragam etnis dan suku dari Indonesia. Hal ini tentu saja menambah kekayaan budaya Melayu Riau dan sebagai bukti bahwa tingkat tenggang rasa serta toleransi sangat besar di kota Pekanbaru, terbukti dengan tidak adanya kasus bentrok SARA di kota Pekanbaru.
c) Kota Pekanbaru hingga saat ini masih terus berusaha mengembangkan dan meningkatkan pembangunan Infrastruktur. Wilayah Kota Pekanbaru dinilai memiliki kekayaan alam yang sangat potensial yakni Minyak Bumi dan perkebunan sawit. Sejarah mencatat bahwa perkembangan kota Pekanbaru sangat dipengaruhi oleh keberadaan SDA yang ada. Untuk menyeimbangkan hal ini, saat ini di kota Pekanbaru sudah ditemnukan beberpa fasilitas umum yang sangat memadai seprti ketersediaan bandara, pelabuhan, jalan raya, rumah sakit, pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, unit perumahan dan lain sebagainya. Dengan adanya berbagai fasilitas ini, memungkinkn kota Pekanbaru kedepannya untuk meningkatkan minat para investor sehingga diperkirakan dapat menekan tingkat pengangguran di kota Pekanbaru.
d) Selain meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, kota Pekanbaru saat ini juga tengah giat-giatnya meningkatkan kualitas SDM. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bermunculan lembaga-lembaga pendidikan baik negri maupun swasta, baik formal maupun informal. Pada dasarnya hal ini sangat bagus dan baik untuk memacu semangat para generasi muda agar lebih bias meningkatkan kemampuan dan kualitas diri. Selain itu kedepannya diharapkan dapat menarik minat generasi muda dari daerah lain untuk menuntut ilmu di kota Pekanbaru dan menjadikan kota Pekanbaru sebagai salah satu kota pendidikan atau kota pelajar.
e) Kota Pekanbaru memiliki luas wilayah yang cukup luas, karena itu sangat memungkinkan untuk mengembangkan dan menciptakan tatanan kota yang baik dan benar. Banyak rencana dan program pembangunan yang masih dapat direalisasikan jika dilihat dari kebutuhan akan wilayah yang ada. Saat ini kota Pekanbaru tengah berusaha memperbaiki tatanan kota agar lebih baik dan indah.
2. Kelemahan (Weakness)
Selain kekuatan-kekuatan diatas, kota Pekanbaru juga memiliki beberapa kelemahan, yakni :
a) Belum konsistennya kebijakan setiap unit kerja dan belum mantapnya pemahaman koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah daerah dalam mendukung upaya-upaya untuk mewujudkan pelaksanaan koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan, sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan.
b) Walaupun saat ini kota Pekanbaru tengah giat-giatanya melakukan pembangunan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan sarana dan prasarana umum masih belum dapat dikatakan memadai seperti taman kota, wc atau kamar mandi umum, halte, pusat informasi, dsb. Satu hal lagi yang patut diperhatikan adalah kurangnya pengaturan terhadap tarnsportasi umum mengakibatkan kemacetan dan kesemrawutan kota. Kurangnya control dari pemerintah dan instansi terkait mengakibatkan kota pekanbaru diprediksikan akan menjadi salah satu kota teracet untuk beberapa tahun yang akan datang.
c) Kota Pekanbaru walau telah berusaha seoptimal mungkin meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan terhadap masyarakat, namun hingga saat ini tidak sedikit urusan yang berhubungan dengan pemerintahan harus berbelit-belit dan memakan waktu yang lama. Bukan itu saja, tingkat KKN di kota Pekanbaru juga sangat memprihatinkan,image dan persepsi yang berkembang bahawa individu yang memiliki kedekatan dengan aparat pemrintah akan mendapatkan kemudahan sedangkan bagi individu yang tidak memiliki kedekatan maka secara otomatis akan termarginalkan. Walauapun hal ini sangat sulit untuk dibuktikan, namun pada kenyataannya hal ini benar-benar terjadi.
d) Di kota Pekanbaru memang tidak terdapat gunung atau laut untuk bisa dijadikan objek wisata, namun seharusnya pemerintah dan masyarakat harus jeli mengolah lahan dan sumber daya yang ada untuk menciptakan objek wisata. Sedangkan objek wisata yang telah adapun tidak memadai dan kurang terawat.
3. Kesempatan (Opportunities)
a) Semakin intensifnya upaya pemberantasam KKN, baik ditingkat atas maupun menengah serta kontrol sosial yang semakin kuat dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan didirikannya badan KPK di provinsi Riau. Serta semakin meningkatnya upaya peningkatan penegakan hukum dalam melindungi kepentingan masyarakat.
b) Masyarakat kota Pekanbaru mulai meningkatkan minat dan peranserta atau partisipasi dalam kegiatan pembangunan. Dengan adanya kontrol sosial dari masyarakat sehingga dapat meningkatkan rasa memiliki yang pada akhirnya akan meningkatkan pula kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas yang ada untuk kepentingan bersama.
c) Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ketersediaan lahan di kota Pekanbaru harusnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan pemsukkan bagi daerah, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ruang terbuka hijau untuk mengurangi polusi dan meminimalisir dampak global worming.
4. Ancaman (Threats)
a) Sistim administrasi pemerintahan belum tersusun dengan jelas dan rapi sehingga masih banyak pengaturan yang tumpang tindih yang menyebabkan adanya ego sektoral dan ego daerah, hal ini dapat memicu terjadinya berbagai masalah sosial seperti konflik, kerusuhan dan krisis perekonomian.
b) Belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat, sehingga masih terdapat berbagai kerusakan dan penjarahan fasilitas umum oleh masyarakat yang belum menyadari kepentingan menjaga dan memliharanya.
c) Tumpang tindihnya kegiatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan dengan berbagai instansi teknis. Hal ini menimbulkan kesemrawutan kota dan keterlambatan dalam mengurus berbagai kepentingan masyarakat. Maka dapat dilihat saat ini program pemerintah daerah untuk menggulangi kemiskinan dan pembaikan infrastruktur serta pemberantasan kebodohan (K2i) belum menampakkan hasil yang memuaskan.
d) Tingginya tuntutan masyarakat akan kesejahteraan sementara disisi lain rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah, jika hal ini tidak segera di tanggulangi maka akan menimbulkan perpecahan dan tidak akan terjalin kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat.
e) Kurang tersedianya ruang hijau di pusat kota seprti taman kota. Hal ini mengakibatkan tingginya angka polusi udara. Selain itu angka kasus illegal logging membuktikan tingginya angka kerusakan lingkungan di kota Pekanbaru dan Riau khususnya.
Analisis SWOT di Kota Pekanbaru
Kekuatan :
a. Program kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
b. High population.
c. Pembangunan infrastruktur umum.
d. Peningkatan SDM.
e. Ketersediaan wilayah.
Kelemahan :
a. Kebijakan dan fungsi pemerintahan belum optimal dan konsisten.
b. Kurangnnya prasarana dan sarana umum.
c. KKN dan birokrasi yang berbelit.
d. Kurangnya objek wisata.
Kesempatan:
a. Pemberantasan KKN dan perlindungan kepentingan masyarakat.
b. Peranserta dan partisipasi masyarakat serta kontrol sosial.
c. Ketersediaan lahan.
Ancaman :
a. Sistem administrasi pemerintah belum optimal dan belum jelas.
b. Partisipasi masyarakat masih kurang.
c. Kegiatan kesejahteraan masyarakat yang masih tumpang tindih.
d. Tuntutan masyarakat yang tinggi namun keprcayaan kepada pemerintah yang sangat rendah.
e. Perusakan lingkungan dan ketidaktersediaan ruang hijau yang memadai.
Pada akhirnya sebuah perencanaan yang disusun sebaik mungkin tanpa kontrol dan optimalisasi di lapangan tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Perencanaan suatu kota harus mendapat dukungan dan perhatian bukan saja dari pemerintah namun dibutuhkan kerjasama yang solid dengan masyarakat. Selain itu perencanaan yang telah dan akan dibuat haruslah memperhatikan kelangsunggan dan pelestarian lingkungan, dengan meminimalisir dana dan mengoptimalkan hasil.
Factor penting dalam permasalahan perkotaan adalah besarnya populasi manusia dimana pertambahan jumlah penduduk merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pemukiman dan kebutuhan prasarana dan sarana umum. Selain itu penyebaran penduduk yang tidak merata akan memberikan pengaruh negatif terhadap daya dukung lingkungan. Diharapkan kedepannya kota Pekanbaru dapat meningkatkan peluang yang ada menjadi kekuatan yang bisa diandalkan. Melalui pembinaan dan kerjasama yang terkoordinasi.
Ketersediaan infrastruktur seharunya dapat kita jadikan sebagai dorongan atau motivasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM dan SDA yang masih belum diolah untukmemperbaiki keadaan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Pekanbaru pada khususnya.



